Tak Lagi Dinanti

Warung sate di sebelah selatan alun-alun kota ini tak pernah sepi dari pembeli. Selalu ramai sejak buka sore hari hingga tengah malam menjelang.

“Kamu masih ingat kalau kita pernah ke sini sebelumnya?” tanya Ayah pada si Bungsu yang duduk di sebelah kirinya, menunggu sate yang mereka pesan selesai dibakar.

“Ingat, Yah. Waktu bulan Ramadhan kemarin kan?” jawab si Bungsu bersemangat. Hidungnya kembang kempis mencium bau harum sate yang sedang dibakar. Tarian cacing yang sedang kelaparan terpancar dari raut wajah tak sabarnya.

Continue reading Tak Lagi Dinanti

Semoga Allah Menjagamu, Selamanya..

“Bu, apa kabar?” Semoga iman selalu tertanam di dalam dadamu. Semoga Islam selalu menjadi pegangan hidupmu, hingga Izrail menjemputmu. Semoga taqwa senantiasa mengiringi hari-harimu. Semoga ihsan senantiasa menemanimu, dimana dan kapanpun kau berada.

“Bu, apakah kau sudah makan pagi ini?” Menu apakah yang kau masak dan sediakan untuk dirimu dan adik-adikku? Ah, jika bicara makanan, aku pasti ingat akan dirimu. Karena kau adalah koki paling hebat di dunia ini. Sekalipun hanya bayam, bawang merah, bawang putih dan cabe, namun kau bisa menyulapnya menjadi makanan yang penuh cinta, full kasih, sarat sayang. Sehingga aromanya adalah nikmat, rasanyapun mantab. Tak ayal, sederhana yang nampak luar biasa. Dan kini, aku sungguh merindukan luar biasanya masakanmu itu.

Continue reading Semoga Allah Menjagamu, Selamanya..